Paradigma Pembelajaran Biologi

01Sep08

Banyak yang salah paham tentang pelajaran biologi. Mereka sebagian besar mengatakan pelajaran biologi adalah pelajaran hafalan, jadi tidak perlu susah payah untuk belajarnya. Image tersebut datang bukan hanya dari kalangan praktisi di luar pelajaran IPA, tapi juga datang dari praktisi IPA sendiri yang kurang paham hakekat pembelajaran IPA khususnya Biologi.

Jika peserta didik terbawa oleh paradigma  “biologi adalah pelajaran hafalan”, maka akibatnya sangat fatal, antara lain: pembelajaran biologi menjadi jalan di tempat, logika sains yang di miliki biologi menjadi statis. dan perkembangan Biologi menjadi mandeg (baca; macet). karena pembelajaran biologi disampaikan secara monoton dan letter lijk harus sesuai dengan bahasa buku.

Akibat yang ditimbulkan antara lain siswa menjadi mudah bosan, karena metode pembelajaran kurang manarik dan menantang, apalagi jika pendekatan yang dilakukan adalah siswa dilarang bertanya yang macam-macam, meskipun ada konteks dan kaitan dengan pelajaran. Hal ini biasanya akan muncul ke permukaan apabila pengajar (guru) kurang menguasai materi dan sekedar mengacu kepada materi yang ada di buku artinya guru kurang berpengalaman dalam hal biologi dalam  dunia nyata.

Pragmatisme pembelajaran juga mempunyai kontribusi yang cukup besar pada statisme pelajaran biologi. karena tidak sedikit paradigma belajar biologi bertujuan hanya untuk mencari dan mendapat nilai semata. bukan belajar untuk mengasah dan melatih otak untuk melakukan analisa dari suatu gejala kehidupan dan kaitannya dengan kasus yang harus dipecahkan.

SOLUSI

1. Guru harus menyadari bahwa belajar biologi bukan sekedar menghafal, tetapi harus pandai mengaitan satu topik terdahulu dengan topik yang akan datang, hingga membentuk pemahaman yang komprehensip.

2. Siswa harus dilatih melakukan analisa dan bahasa yang tidak teks book tetapi bebas menggunakan bahasa yang logis dan sesuai dengan substansi materi.

3. Siswa jangan dibatasi pada materi yang ada di buku saja tetapi harus di hubungkan dengan biologi nyata sesuai konteks dan materi yang dipelajari (materi pengembangan).

4. Pembelajaran harus interaktif

5. Penilaian harus objektif dan kontinyu.

About these ads


13 Responses to “Paradigma Pembelajaran Biologi”

  1. 1 Anang

    Terur menulis pak guru… Good Job !

  2. 2 arik

    Pak, saya arik, saya mau tanya, layungsemu itu penyakit yg berupa apa pak?

    saya mau menyarankan, jika mengajar sedikit pelan-pelan, saja ya pak…

    sekian terima kasih.

  3. Ok Nang tak usahakan!

  4. Untuk Arik
    Layuh semu: perkembangan embrio (bayi) yang terinfeksi kuman sifilis saat dalam kandungan sehingga tulang belulangnya layu (lumpuh)/cakra epifisis rusak).

  5. 5 achan

    wah…pak guru hebat!!

  6. 6 makhrus

    tunggu aja, 2 atau 3 hari lagi 2 soal sekaligus!
    untuk bab cahaya optik, insyaallloh pertemuan terakhir ulangannya!

  7. 7 chun cantiq

    hehehee…
    aq cuma’ numpang lewat ajah ya mas…

  8. 8 Sulthon

    pak saya sulthon X-3,terima ksih banyak atas kembalinya dompet saya,terima kasih banyak pak

  9. 9 OpenIdea

    ooo ini pak makhrus temennya cak jantok smanela 90?

  10. 10 uswatun h. x1-ipa 1

    uswatun h.

    bpak saya mau nanyak:

    1.apa yg terjadi pada saat kaki kita terkilir,knapa saat kita menggerakkannya terasa sakit.
    mohon penjelasannya.

    2.apa yang dimaksud dengan rigor mortis..???mhon penjelasannya.

    3.jelaskan mekanisme kontraksi pada otot.

    terima kdiiechh,,,…

    • Uswatun dkk;
      1. jika kita terkilir maka urat pada otot akan pindah/salah posisi dikarenakan adanya trauma. sakit diakibatkan adanya tekanan yang mengenaiujung saraf di sekitar otot yang terkilir.
      2. Rigor mortis….???
      3. Kontraksi otot rangka dimulai adanya rangsangan yang di terima oleh indra– menyebabkanadanya potensial aksi dalam serabut otot–potensial aksi menimbulkan perbedaan muatan listrik dalam serabut otot—menyebabkan dilepaskannya ion-ion kalsium dalam sarkoplasma—ion kalsium menimbulkan reaksi kimia sehingga otot berkontraksi.
      sebenarnya tidak sesederhana ini…

  11. siiiippp pak guru ^_^


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: