Scientific Approach Dalam Kurikulum 2013

23Des13

Kurikulum baru tahun 2013 merupakan kurikulum rekonstruksi dari kurikulum tahun 2006 (KBK) yang belum sempurna dan seksama dilaksanakan. Kalangan akademisi ada yang mempertanyakan, “benarkan penggunaan istilah pendekatan sainstifik? bukan sainstifik itu sebuah model pembelajaran?… Apapun istilahnya pendekatan sainstifik atao model pembelajaran saintifik. bagi sebagian kalangan bukan hal yang prinsip, yang terpenting bagi kami adalah implementaisnya di lapangan dalam proses pembelajaran bisa efektif dan efisien dalam mencapai tujuan  pendidikan.

Seluruh materi ajar dalam kelas atau di luar kelas, idialnya disampaikan dengan pendekatan Ilmiah…dengan 3 pertanyaan dasar; Apa, mengapa, dan bagaimana hal itu (konsep) bisa terjadi dan dipahami. Bukan hafalan, bukan sekedar kognisi tetapi realitas yang pernah dialami dan dipraktekkan di dalam proses pembelajaran. Kemampuan analisis siswa harus dikembangkan dengan kata dasar apa, mengapa dan bagaimana konsep/ide pembelajaran itu dipahami.

Permasalahan baru muncul, bagi pengajar ilmu sosial. Mampukan mereka mengajar dengan sainstifik metode?  bisakah  mereka meninggalkan kebiasaan lama bercerita di kelas tatkala mengajar siswa?. selama ini tidak jarang guru Ilmu pengetahuan sosial hanya menggunakan pendekatan verbal,…cerita, baca, tayang, hafalkan, ujian, selesai,… pembelajaran hanya berupa penyampaian kalimat verbal dan cenderung membosankan siswa…. harus ada solusi…!

Sesungguhnya permasalahan pendidikan di negeri ini bukan hanya pada aspek kurikulum. Tetapi lebih dari itu, permasalahan pendidikan terleatak pada SDM, Komitmen mendidik, leadership,  dan Kinerja guru yang cenderung seadanya. Jika SDM guru rendah, maka kinerja guru cenderung sebisanya. Apalagi komitmen guru untuk bekerja keras dan profesional juga rendah, maka akan semakin parah. Idealnya untuk mewujudkan sekolah yang standar maka gurunya harus berkualitas, kepala sekolahnya juga harus berkualitas, pengawasnya juga harus beekualitas dan kepala dinas juga harus berkualitas. sayang,..! kondisi ini hanya ada dalam angan-angan!..

Draf..



%d blogger menyukai ini: