Wisuda Tingkat Pendidikan Dasar dan Menengah

12Jun16

Sudah menjadi tradisi wisuda sebenarnya dikhusus untuk yang lulus jenjang pendidikan S-1 dan jenjang pendidikan di atasnya. Namun sekarang mereka yang baru lulus Paud, TK, SD, SMP dan SMA sudah berani melalukan wisuda… entah dasar hukum apa (regulasi) yang mana yang mereka gunakan untuk melakukan kegiatan ini, Namun hampir di seluruh jenjang pendidikan selalu melakukan kegiatan serupa yang mengeluarkan biaya personal dan biaya institusi yang tidak sedikit. Sampai-sampai harus mengorbankan biaya pengadaan sarana lainnya yang lebih penting.

Ada pertanyaan apakah urgensi dilakukan kegiatan in? apakah hanya sekedar “mercusuar” atau “pencitraan“. Setiap praktisi dan pelaku pendidikan bisa melakukan penilaian sendiri tergantung pada sudut pandang masing-masing.

Berikut Analisis penulis (Asumsi) tentang fenomena wisuda tingkat pendidikan Dasar dan Menengah.

  1. Sudut pandang yang posistif ; Sah-sah saja kegiatan wisuda di tingkat pendiikan dasar dan menengah dilakukan asal kegiatan ini sudah terprogram dan kegiatan sekolah dan tidak mengorbankan biaya-biaya lain yang yang lebih urgen dilakukan.
  2. Sudut Pandang yang negatif : Kegiatan ini tidak mempunyai landasan hukum yang kuat, tujuan dan sasaran kurang tepat karena belum bisa dikatakan wisuda apabila belum lulus jenjang pendidikan S-1,  serta cenderung memakan anggaran sekolah untuk keperluan lain yang lebih urgen, dan menambah beban biaya personal semisal untuk biaya konsumsi, kostum, salon, dekorasi dan sewa gedung. Sehingga perlu adanya pelarangan kegiatan ini oleh Dinas pendidikan atau oleh kementrian, agar anggaran sekolah diarahkan untuk kegiatan lain yang lebih bersifat substansiona.
Saya tidak melihat esensi pentingnya prosesi wisuda ala mahasiswa, yang (harus) diberlakukan para siswa tingkat dasar dan menengah atau terlebih bagi bocah TK dan SD. Ini bukan berarti saya antipati pada proses acara pelepasan siswa pada umumnya. Mungkin misi mulia dan tujuan acara ini dimaksudkan agar mereka, para calon generasi penerus di masa depan itu, punya cita-cita belajar setinggi-tingginya sampai menjadi seorang sarjana kelak. Wallahu’alam
Yang jelas prosesi ini sudah pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih bila acaranya dengan menyewa gedung yang boleh jadi terbilang mahal. Sungguh suatu kemubaziran. Karena itulah, sepanjang yang saya tahu umumnya hanya sekolah swasta saja yang nota bene punya dana mandiri yang memberlakukan prosesi ini. Kalau boleh memberi saran, ada baiknya pelaksanaan acara serupa ini dikaji ulang kemanfaatannya. Tidakkah lebih baik dana yang dipakai digunakan untuk kepentingan yang lebih urgent dari sekedar seremonial  semata. Pelepasan siswa masih bisa diselenggarakan dengan cara yang sederhana saja di sekolah masing-masing. Kalau bisa menghemat anggaran, mengapa harus mubazir? Toh tak seperti seorang mahasiswa, bocah TK dan SD, SMP atau SMA itu baru separuh saja mencicipi jenjang pendidikan Indonesia yang rentangnya amat panjang itu. Masih butuh setidaknya biaya untuk melanjutkan untuk menggenapi gelar sarjana kebanggaan kelak setelah mereka berhasil lulus sebagai seorang mahasiswa.
Draf…..


No Responses Yet to “Wisuda Tingkat Pendidikan Dasar dan Menengah”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: