Ujian Nasional (UN) tahun 2014 sebentar lagi dilaksanakan. Tetapi banyak sekali sekolah yang sedang mengalami kegalauan. Kegalauan itu disebabkan oleh kebijakan pemerintah (Depdiknas) yang membuat aturan baru berupa  susunan variasi soal menjadi berbeda antar siswa dalam satu ruang dan juga menggunakan sistem barcode (barisan kode) yang tidak bisa diketahui oleh fihak-fihak tertentu yang terlibat dalam “kecurangan” dalam pelaksanaan UN di tahun-tahun sebelumnya.
Perubahan mekanisme UN dari 5 (lima) variasi menjadi 20 variasi dari total 60 variasi yang ada bukan tanpa sebab. Menurut juru bicara kementrian pendidikan dan kebudayaan, kibijakan ini dilakukan untuk menekan tindakan berbuat curang yang dilakukan oleh oknum guru dan kepala sekolah yang dengan segala cara menghendaki seluruh siswanya lulus 100% dan predikat nilai yang memuaskan. Kecenderungan kecurangan itu tersistem mulai dari hulu di tingkat kabupaten sampai ke hilir di tingkat sekolah.
Sebenarnya kalau dikaji secara filosofi lembaga pendidikan (sekolah) adalah ladang untuk mencari “amal jariyah” untuk kehidupan setelah mati (alam kubur/barzah), tetapi dalam kenyataan filosofi ini menjadi terbalik 180 derajat menjadi ajang “Dosa Jariyah” di akhirnya. Pendidikan dikatakan sebagai ladang “amal Jariyah” jika guru dan kepala sekolah benar-benar telah mengajarkan dan telah mendidik siswa dengan materi pembelajaran yang di amanatkan oleh UU dan pemerintah sekaligus membentuk sikap (attitude) siswa melalui penerapan 18 karakter yang dikenal dengan jargon “Pendidikan Karakter”. salah satu pendidikan karakter yang tidak pernah akan hilang adalah sikap Jujur. Siswa harus bersikap dan berprilaku jujur dalam kehidupan bersekolah dan bermasyarakat.
Pendidikan dikatakan sebagai “Dosa jariyah” karena dalam pelaksanaannya tidak sedikit sekolah yang didalangi oleh oknum kepala sekolah dan di dukung guru melakukan “Mal Praktek” dalam pendidikan, antara lain melakukan kecurangan dalam pelaksanaan UN dengan berbagai bentuk, Antara lain : memberikan jawaban kepada siswa, membocorkan soal dan bekerja sama dengan fihak lain untuk membocorkan soal UN.
Dalam pelaksanaan UN ditemukan fakta dan data terjadinya penyelewengan terstruktur oleh oknum kepala sekolah dan oknum guru. banyak sekali tayangan oleh media massa yang menayangkan dan menulis berbagai bentuk kecurangan. Namun seolah kabar itu hanya sebatas berita isu selebritas yang tidak ada implikasinya terhadap karakter generasi penerus bangsa. Padahal sangat berpengaruh terhadap pembentukan generasi penerus bangsa. Apa jadinya generasi ini jika dalam pendidikan siswa diajari “Kurikulum berbasir kecurangan” terutama dalam pekaasanaan UN?. tentu akan melahirkah generasi-generasi yang korup di negeri ini, karena di sekolah sudah terbiasa diajari kecurangan.
Hal itu terus terjadi dan berjalan semakin ter Update.. seolah menjadi budaya bahwa di sekolah selalu diajari kecurangan oleh guru sejak SD – SMA. Meskipun tidak semua sekolah, tetapi mayoritas sekolah di daerah yang belum mempunyai kultur organisasi intelektualitas yang tinggi telah terbiasa melakukan bentuk Malpraktek pendidikan ini. Sekolah selalu menerapkan standar ganda dengan melakukan pengajaran kecurangan dalam pelaksanaan UN, seharusnya sekolah melaksanakan UN sesuai dengan Juknis yang diberikan oleh pemerintah dengan segala konsekwensinya.
Jika guru mengajarkan ilmu pengetahuan (kebaikan) maka secara filosofis dalam agama Islam akan mendapatkan “Amal Jariyah” seluruh kebaikan yang dilakukan oleh siswa sepanjang hidupnya kelak akan mengalir dan diterima sebagai berkah di dalam kuburnya (guru). Sebaliknya Jika guru mengajarkan kecurangan dalam UN dan ilmu kecurangan itu terus dipakai oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, Para Bapak/Ibu guru tentu setuju jika saya katakan, kelak akan mendapatkan “Dosa Jariyah” yang akan diterima di Alam Barzah. Na’udubillah”.
Jaman sekarang keimanan semakin luntur, kebanyakan manusia lupa dan melupan diri bahwa kelak praktek pengajaran di sekolah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Alloh SWT. Segala kebaikan yang kita berikan kepada siswa akan kembali kepada kita, sebaliknya segala keburukan yang kita ajarkan kepada peserta didik juga akan kembali kepada diri kita. Oleh karena itu seyogyanya kita bisa memilih, memilah sekaligus melakukan praktek pengajaran yang benar (haq) sesuai tuntutan Dinul Islam. Jangan kita terbawa oleh arus kepentingan sesaat yang melupakan konsekwensi yang bernuansa Ubudiyah/ibada/pengabdian kepada Alloh SWT. Sehingga kita bisa diatur sedemikian rupa dengan melaksanakan yang batil dan melepas yang Haq, hanya demi penilaian atasan yang hanya seorang manusia yang bisa menjerumuskan. Kita harus “Kaffah” Salah (batil) tetap salah kita berusaha sekuat tenaga untuk tidak melaksanakan. Yang benar (haq) kita tegakkan sampai akhir hayat.

Akhir kata marilah kita sebagai guru/kepala sekolah menanamkan “amal jariyah” pada peserta didik dalam melakukan proses pendidikan. dan jangan sekali-kali melakukan “dosa jariyah” dalam pendidikan karena semua berlaku hukum sebab akibat atau dalam istilah fisika aksi & reaksi.
Semoga jadi pemikiran para guru di negeri ini! sehingga tidak ada Malpraktik dalam pendidikan dan pelecehan profesi keguruan.

Makhrus Ali, M.Pd

KS Di SMAN 1 KOKOP

Iklan

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 10.000 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 17 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Selamat Tahun Baru 2013


Islam mengajarkan kepada kita untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, tanpa melihat disiplin ilmu apapun. Karena derajat manusia itu akan berbeda di mata Alloh melalui kriteria kapasitas keilmuan (orang alim akan berbeda derajatnya dengan orang awam). sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-mujadalah ayat 11 yang artinya “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.
Hukum Menuntut Ilmu adalah wajib sebagaiman hadist dari
Rasulullah Saw;

Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam lai-laki dan perempuan” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik).
Kemajuan peradaban suatu bangsa ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahun. Negara-negara maju yang saat ini menguasai teknologi dan pangsa pasar dunia juga karena kemajuan ilmu dan teknologi. Ilmu adalah konsepnya dan teknologi adalah implementasinya. Negara yang mengedepankan pendidikan untuk memperoleh ilmu akan menjadi negara maju. Ilmu yang berkaitan dengan ibadah (ilmu agama / dinul islam), ilmu yang berkaitan dengan kehidupan dunia disebut ilmu wasilah; keduanya sama-sam ilmu; kedua-duanya berasal dari Alloh. maka tuntutlah keduanya secara simultan.
Ummat Islam laki-atau perempuan berkewajiban menuntut ilmu mulai dari buaian (Bayi) sampai menjelang ajal datang, karena keutamaan ilmu lebih tinggi dibanding dengan ibadah lainnya….
Amal tanpa Ilmu akan percuma (tidak berpahala), Ilmu tanpa amal (action) akan kosong, Amal tanpa Ihlas akan Ria,… dasarilah semua penerapan ilmu pengetahuan baik nuansa ubudiah maupun muamalah untuk mengabdi kepadaNYA. Ilmu untuk diamalkan bukan untuk di pamerkan untuk kesombongan.
Orang yang berilmu belum tentu mempunyai ijazah, orang yang mempunyai ijazah belum tentu berilmu. idealnya adalah orang yang telah menuntut ilmu dengan benar dan melalui PBM (proses belajar mengajar) yang benar akan mendapatkan ijazah (sekolah formal). Sedangkan untuk sekolah tidak formal; ijazah bukan hal yang utama tetapi kompetensi / keahlian yang lebih utama.

Semoga pesan menjelang romadhon ini akan menambah keimanan dan keilmuan kita. Amin
Wallohu A’lamubissowaab


Berikut ini soal UKK 2012 yang beberapa di antaranya adalah soal UN 2012
silahkan download di siniSoalUKKBiologi2012


Berikut Materi ajar sistem kekebalan tubuh bisa diunduh di siniBab.6 sistem imun

Berakit-rakit Ke Hulu Berenang Ketepian!


Berikut gambaran formasi UKK Biologi Kelas XI IPA SMAN 4 Bangkalan.
Agar siswa lebih fokus maka upayakan siswa membaca kembali materi yang telah diberikan dan di ujikan.
Ada 6 Bab. Mulai sistem pencernaan – Sistem kekebalan tubuh.
Setiap Bab soal berkisar antara 7 – 8 pertanyaan pilihan dan essay. Jumlah pertanyaan 40 soal pilihan dan 6 soal essay..
selamat mengerjakan formasi soal dan selamat belajar. semoga sukses!
silahkan unduh di sini Formasi UKK genap12


Berikut ini formasi UH 5 sistem reproduksi. Formasi ini dibuat bertujuan untuk memudahkan siswa dalam belajar agar lebih fokus. Karena materi biologi di SMA cukup luas dan perlu pembatasan yang berarti..
Formasi Soal UH5 bisa di download di siniFormasi UH5 Biologi

Berakit-rakit ke hulu berenang ketepian!


Pada materi Sistem reproduksi dan beberapa materi sebelumnya, tentang sistem organ pada Manusia dihadapkan pada dua sisi; yang pertama manusia sebagai objek materi yang dipelajari dan ke dua manusia sebagai subjek pembelajar.
Khusus materi sistem reproduksi terkesan sangat menarik dan menantang. Rasa ingin tahu dan penasaran pada siswa sangat menonjol. Saking antusiasnya siswa kadang pembahasan dan pertanyaan menjurus ke arah yang bernuansa sexologi. Hal itu adalah wajar, karena rasa ingin tahu siswa harus tersalurkan secara terarah dan benar sesuai dengan kaidah keilmuan dan metode penyampaian materi tetap pada koridor ilmiah bukan koridor yang bernuansa fulgar berbau pornografi. konsep ini harus di kedepankan!
Sub bab Materi Sistem Reproduksi Manusia
A. Struktur dan Anatomi Reproduksi Padi Laki-laki, beserta fungsinya
B. Struktur dan Anatomi Reproduksi Pada Wanita, beserta fungsinya
C. Kerja hormon terhadap perkembangan reproduksi Manusia
D. Siklus Menstruasi
E. Fertilisasi, Kehamilan dan Kelahiran
F. Pentingnya ASI bagi balita
G. Teknologi alat kontrasepsi (KB)
H. PMS (penyakit menular seksual) dan cara pencegahannya.

Materi masih dalam proses upload… sabar yah!!!

Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian!!


Beikut ini materi sistem regulasi hasil gabungan dari beberapa kelompok terpilih:
1. Sistem Saraf
2. Sistem Hormon
3. Mata,
4. Telinga,
5. Hidung,
6. Telinga,
7. Kulit.
Download di sini –> Masih prosess!!


Sistem Regulasi terdiri dari 3 Sub bab yaitu
A. Sistem Saraf
B. Sistem Horman
C. Sistem Indra
Berikut ini formasi soal Sistem Regulasi: download di sini
Formasi UH4